Rabu, 07 Maret 2012

Model Pembelajaran Think Pair Share


“Strategi Think Pair Share(TPS) atau berfikir berpasangan merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa”. (Trianto, 2007: 61). Strategi ini dikembangkan oleh Frank Lyman dan kawan-kawan dari Universitas Maryland.  Sedangkan Arends (dalam Trianto, 2007: 61) menyatakan bahwa “Think Pair Share merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas”. Menurut Lie (2005:57) Think-Pair-Share adalah pembelajaran yang memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri dan bekerjasama dengan orang lain”.


Bisa disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) adalah pembelajaran yang dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa agar terjadi variasi pola diskusi dalam kelas. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak mengalami kebosanan dalam proses diskusi dalam kelas. Dalam hal ini, guru sangat berperan penting untuk membimbing siswa melakukan diskusi, sehingga terciptanya suasana belajar yang lebih hidup, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Dengan demikian jelas bahwa melalui model pembelajaran Think-Pair-Share, siswa secara langsung dapat memecahkan masalah, memahami suatu materi secara berkelompok dan saling membantu antara satu dengan yang lainnya, membuat kesimpulan (diskusi) serta mempresentasikan di depan kelas sebagai salah satu langkah evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Langkah-langkah pembelajaran Think Pair Share(TPS) (Lyman dalam Nurhadi 2009: 77)
1.Berfikir (Thinking)
Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang terkait dengan pelajaran dan siswa diberi waktu satu menit untuk berfikir sendiri mengenai jawaban atau isu tersebut.
2.Berpasangan (Pairing)
Selanjutnya guru meminta kepada siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan mengenai apa yang telah difikirkan. Interaksi selama periode ini dapat menghasilkan jawaban bersama jika suatu pertanyaan telah diajukan atau penyampaian ide bersama.
3.Berbagi (Sharing)
Pada langkah akhir ini guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi atau bekerjasama dengan kelas secara keseluruhan mengenai apa yang telah mereka bicarakan.

Laura (dalam Amelya, 2001) menyatakan bahwa salah satu keunggulan dari model pembelajaran Think Pair  Share ini adalah:
a.       Mudah diterapkan pada berbagai tingkat kemampuan berfikir dan dalam setiap kesempatan
b.      Siswa diberi waktu lebih banyak berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain.
c.       Prosedur yang digunakan juga cukup sederhana.
d.      Bertanya kepada teman sebaya dan berdiskusi kelompok untuk mendapatkan kejelasan terhadap apa yang telah dijelaskan oleh guru bagi siswa tertentu akan lebih mudah dipahami.
e.       Diskusi dalam bentuk kelompok-kelompok kecil ini sangat efektif untuk memudahkan siswa dalam memahami materi dan memecahkan suatu permasalahan.

Model pembelajaran Think Pair Share(TPS) memiliki kelemahan yaitu:
a.       Dibutuhkan waktu yang lama
b.      Pada pembelajaran kooperatif, siswa belajara dan bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil. Hal ini dimaksudkan agar interaksi antar siswa menjadi maksimal dan efektif. Apabila jumlah siswa sangat banyak gutu akan mengalami kesulitan membimbing siswa.

Model pembelajaran Think Pair Share(TPS) ini memberikan waktu kepada siswa untuk berfikir lebih banyak. Berfikir sendiri dan berfikir secara kolaborasi dengan siswa pasangannya untuk saling membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru. Dengan begini, siswa tentunya akan lebih memahami materi yang disajikan oleh guru, sebab dengan kolaborasi/Tanya jawab antar siswa, maka siswa secara tidak langsung akan terdorong untuk mengkostruksi pengetahuannya.

Sumber:
            Anggraeni, Dwi Winda. 2011. Penerapan model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) untuk Menigkatkan Hasil Belajar Geografi Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 6 Malang. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FIS UM
           
            Fachrur Rozi, Muhammad. 2007. Pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Probolinggo. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FIP UM
          
            Lie.2005. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo
         
            Nurdin. 2003. Revitalisasi Cooperative Learning Model Think Pair Share Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa, (online), (http://www.file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR.../KARYA_ILMIAH_2.pdf), diakses 1 November 2011
        
            Sarijono. 2011. Cooperative Learning, Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
          
             
S          Suyanto, 2008. Model-Model Pembelajaran. Makalah disajikan dalam pendidikan dan Latihan Profesi guru(PLPG) di PSG rayon 15, Universitas Negeri Malang, Malang, 2 Oktober
           
            Trianto.2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka


0 komentar:

Posting Komentar